Siapakah yang kelak akan menggantikan Sultan Yogyakarta? Pertanyaan yang kerap mengemuka ini bukan sekadar menyangkut pergantian pemimpin sebuah kerajaan, melainkan juga menyentuh sejarah panjang, tradisi keraton, hukum adat (paugeran), hingga sistem ketatanegaraan Indonesia. Sebagai daerah istimewa, Yogyakarta memiliki kedudukan yang unik, di mana suksesi takhta Kasultanan berkaitan erat dengan jabatan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui pendekatan yang deskriptif, runtut, dan berimbang, buku ini mengajak pembaca menelusuri perjalanan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat sejak Perjanjian Giyanti 1755, memahami sistem pemerintahan dan struktur keraton, mengkaji paugeran yang mengatur pergantian takhta, serta menelusuri dinamika suksesi dari Sri Sultan Hamengku Buwono I hingga Sri Sultan Hamengku Buwono X. Berbagai perspektif mengenai tradisi, perubahan zaman, peran perempuan dalam kepemimpinan, hingga perdebatan kontemporer disajikan secara objektif tanpa mengarahkan pembaca pada satu kesimpulan tertentu. Ditujukan bagi mahasiswa, akademisi, pemerhati sejarah, pegiat budaya, maupun masyarakat umum, buku ini menjadi jembatan untuk memahami salah satu institusi monarki tertua di Indonesia yang tetap hidup dan berperan dalam negara modern. Lebih dari sekadar membahas pergantian takhta, buku ini menawarkan pemahaman mendalam tentang bagaimana tradisi, budaya, dan hukum terus bernegosiasi demi menjaga keberlanjutan marwah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat di tengah perubahan zaman.
Unduh untuk perangkat lain: