Kabudayaan tumbuh dalam sebuah masyarakat, dan berkembang dinamis menapaki setiap derap langkah manusia penciptanya. Derap dan dinamika langkah kebudayaan tersebut telah memberi tawaran makna kehidupan. Tawaran maknawi dalam tradisi budaya tersebut harus tetap dipelihara dan digali sebagai rahmat yang tesembunyi (blessing in disguise). Kebudayaan itu juga lahir dan tumbuh dalam bentangan interaksi manusia, alam, sesama dan dengan Yang Sakral. Praktik dan produk tersebut mencuat dalam warisan tradisi berupa adat-istiadat dalam pelbagai dimensinya. Hal itu telah memanusiakan kehidupan sosial manusia penciptanya dan dengannya mengangkat derajat manusia dan menjadikannya sebagai kristal-kristal peradaban. Karena itu masyarakat mengamini bahwa kebudayaan adalah sebuah ekspresi atau menifestasi identitas diri yang kuat. Warisan tradisi, berupa adat istiadat lokal dalam karya ini mengacu pada pemaknaan identitas diri Suku Ledjap. Suku Ledjap adalah orang Watuwawer yang keberadaannya dewasa ini adalah bagian integral dari orang Lamaholot yang tinggal di Kabupaten Lembata. Ia tetap menjadi dirinya walaupun ia juga menjelajahi dunia kehidupann universal. Karena itu pertanyaan mendasar buku ini adalah manakah identititas diri suku Ledjap?. Tidak mungkin buku ini terbit tanpa campur tangan Tuhan dan Leluhur, termasuk campur tangan dari para mitra. Karena itu penulis bersyukur kepada Tuhan dan Leluhur dan berterimakasih kepada semua pihak yang telah mengulurkan tangannya bagi proses penerbitan buku ini.
Unduh untuk perangkat lain: