Terkadang, perubahan tidak lahir dari sesuatu yang baru, melainkan dari keberanian untuk melihat kembali apa yang selama ini ada di sekitar kita. Di RW 03 Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, cerita itu bermula dari persoalan sampah dan tanaman daun sirih yang tumbuh di antara kehidupan warga. Dari kepedulian Bapak Alex, Ibu Tina, dan para penggerak lingkungan, tumbuh gerakan yang mempertemukan perempuan, pemuda, lansia, serta berbagai kelompok masyarakat untuk belajar, mencoba, dan menemukan kemungkinan dari apa yang mereka miliki. Perjalanannya tidak selalu mudah. Ada kegagalan, keterbatasan, proses belajar, dan langkah yang harus diulang. Bersama PT Pertamina SHAFTHI sebagai pendamping, masyarakat mendapatkan ruang untuk mengenal pengetahuan, peralatan, teknologi, dan jejaring yang memperluas pengalaman mereka. Seiring perjalanan tersebut, sirih dan sampah tidak lagi berdiri sendiri. Keduanya menjadi bagian dari hubungan yang lebih luas antara manusia, lingkungan, keterampilan, penghidupan, serta berbagai sumber daya yang dimiliki Mekarsari. Dari sanalah lahir Pengembangan Integrasi Kawasan Ekonomi Sirkular Mekarsari (PRAKARSARI) sebagai gagasan untuk merangkai potensi tersebut dalam sistem ekonomi yang lebih berkelanjutan. Buku ini bukan hanya sekadar kisah tentang program pengembangan masyarakat, tetapi tentang sebuah masyarakat yang belajar melihat tempat tinggalnya dengan cara berbeda, lalu menemukan bahwa dari hal-hal sederhana dapat tumbuh suatu perubahan yang lebih besar.
Unduh untuk perangkat lain: