Namanya Malik. Hanya Malik. Tidak ada nama ayah. Tidak ada nama ibu. Tidak ada tanggal dan tempat kelahiran. Tidak ada alamat rumah. Sejak bayi, Malik ditemukan terlantar dan dibesarkan Mak di bawah kolong jembatan. Dari perempuan tua itu, ia belajar satu hal yang kemudian menjadi pegangan hidupnya: "Tetaplah menjadi manusia yang baik, meskipun dunia tidak memperlakukanmu dengan baik." Ketika Mak meninggal, Malik kembali menjadi manusia tanpa rumah, tanpa keluarga, dan tanpa identitas. Namun kehidupan mempertemukannya dengan orang-orang yang memberinya kesempatan untuk bangkit. Hingga cinta hadir dan membawa Malik pada satu pertanyaan yang selama ini ia hindari: Siapakah sebenarnya dirinya? la pun memulai perjalanan untuk menemukan masa lalu dan identitasnya. Di tengah dunia yang lebih percaya kepada selembar kertas daripada cerita hidup seseorang, Malik harus membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar nama yang tidak tercatat. la memiliki luka, harapan, cinta, dan hak untuk mengetahui dari mana ia berasal. Sebuah perjalanan tentang kehilangan, harapan, cinta, dan perjuangan untuk membuktikan bahwa dirinya pernah ada. Karena tidak tercatat bukan berarti tidak berarti.
Unduh untuk perangkat lain: