Sakira pernah memiliki rumah yang pintunya senantiasa terbuka tempat keluarga berkumpul, ayah pulang membawa lelah, dan ibu selalu menanti di dalamnya. Namun kehidupan perlahan mengubah segalanya. Tanah dijual, rumah hilang, dan sekolah yang menjadi jembatan masa depan pun terpaksa ditinggalkan. Demi keluarganya, Sakira memilih bekerja dan mengorbankan masa mudanya. Sebuah pernikahan kemudian membawanya menjauh dari kemiskinan. la kini hidup berkecukupan. Namun di balik kemewahan itu, kebebasannya perlahan dirampas. Semakin ia berusaha menyelamatkan keluarganya, semakin jauh ia meninggalkan dirinya sendiri. Ini adalah kisah tentang keluarga, pengorbanan, kebebasan, dan kerinduan yang tak kunjung reda untuk pulang. Sebab tidak semua orang yang memiliki rumah, benar-benar merasa sedang berada di rumah.
Unduh untuk perangkat lain: