Karya sastra dalam bentuk macapat sangat banyak ditemukan pada karya sastra Jawa Baru, misalnya Serat Wulangreh, Serat Wedhatama, Serat Kalatidha, dan Serat Jaka Lodhang. Pada umumnya setiap naskah serat terdapat beberapa pupuh tembang. Pupuh tembang merujuk pada nama tembang atau bab yang ada pada suatu serat, misalnya pupuh dhandhanggula, pupuh gambuh, dan lain-lain.1 Setiap pupuh memiliki metrum sendiri sesuai dengan nama jenis macapat yang digunakan. Misalnya, macapat sinom memiliki metrumnya sendiri dan ini tentunya berbeda dengan metrum pada macapat durma atau pun macapat lainnya. Naskah serat Jawa dalam bentuk tembang macapat ini banyak ditemukan di lingkungan keraton maupun di luar keraton. Contoh naskah serat Jawa yang terbingkai dalam metrum macapat dan banyak ditemukan di luar keraton serta termasuk dalam kategori naskah pesisiran adalah naskah Serat Yusup.
Unduh untuk perangkat lain: