Teks Matius 2:1-23 sering dibaca sebagai kisah penuh sukacita tentang kelahiran Sang Juruselamat. Namun, bagaimana jika di balik kisah itu tersembunyi realitas yang jauh lebih gelap dan mengusik? Buku ini mengajak pembaca menyelami sisi lain dari narasi tersebut: jeritan para ibu di Betlehem, darah anak-anak yang tak bersalah, dan kekuasaan yang bekerja di balik layar. Dengan menggunakan perspektif Johan Galtung, pembaca diajak membongkar lapisan-lapisan kekerasan-bukan hanya yang tampak, melainkan juga yang tersembunyi dalam struktur dan budaya. Herodes bukan lagi sekadar tokoh jahat dalam cerita, melainkan juga bagian dari sistem besar yang menindas dan mengorbankan yang lemah. Pembacaan ini tidak hanya membuka mata, tetapi juga menggugah kesadaran: Apakah kekerasan seperti ini masih hidup di sekitar kita hari ini?
Unduh untuk perangkat lain: