Perkembangan media sosial dalam dua dekade terakhir telah mengubah secara mendasar cara manusia membangun identitas, berelasi, dan memaknai keberadaan dirinya di ruang publik. Jika pada masa lalu ruang publik didominasi oleh institusi media arus utama, kini keterlihatan sosial diproduksi, dinegosiasikan, dan diperebutkan melalui platform digital yang bersifat algoritmik. Dalam konteks inilah fenomena influencer tidak lagi dapat dipahami sekadar sebagai gejala popularitas, melainkan sebagai arena baru tempat kuasa, identitas, kerja, dan nilai-nilai sosial diproduksi sekaligus dipertarungkan.
Unduh untuk perangkat lain: