Buku kategori filsafat berjudul Bahasa Setelah Wittgenstein: Dunia dan Mediasi di Era AI merupakan karya Adrianus Yohanes Mai. Apakah bahasa sekadar alat komunikasi, ataukah ia adalah batas dari dunia kita? Di tengah kepungan algoritma dan Artificial Intelligence (AI) yang kian fasih meniru cara kita berbicara, pertanyaan ini menjadi lebih mendesak untuk dijawab. Buku ini mengajak Anda menyelami pemikiran radikal Ludwig Wittgenstein, mulai dari logika ketat dalam Tractatus hingga kelenturan makna dalam Philosophical Investigations, sebagai kompas untuk membedah realitas digital saat ini. Lebih dari sekadar sajian teoretis, penulis melampaui paradigma Wittgenstein untuk mengungkap posisi bahasa sebagai mediasi ontologis yang mendefinisikan relasi manusia. Di era mesin, apakah bahasa masih menjadi "rumah" bagi kemanusiaan kita, ataukah ia telah tereduksi menjadi sekadar data? Temukan refleksi mendalam mengenai tanggung jawab etis dan hakikat eksistensi manusia di hadapan kecerdasan buatan. Inilah bacaan wajib bagi akademisi, praktisi teknologi, dan siapa pun yang ingin memahami bagaimana kata-kata membentuk dunia kita di masa depan.
Unduh untuk perangkat lain: