Wakafkan diri untuk ilmu, dengan menghadirkan seluruh kemampuan yang kita miliki dalam proses belajar: mata untuk membaca, telinga untuk mendengar, hati untuk memahami, lisan untuk berdiskusi, dan tenaga untuk mengamalkan. Begitu pula ketika berinteraksi dengan Al-Qur?an, jangan hanya hadir secara fisik, tetapi libatkan pikiran dan hati dengan sungguh-sungguh, sebab ilmu dan hikmah akan lebih mudah diperoleh ketika kita memberikan perhatian terbaik kepadanya. Umi Hanna Lirboyo (Pengasuh Ponpes al-Baqarah Lirboyo, Tokoh Perempuan Inspiratif dengan Al-Qur?annya) Sebuah buku yang mengajak kita memahami pentingnya menciptakan ruang aman bagi perempuan melalui perspektif Al-Qur?an. Pembahasan tentang larangan mendekati zina menjadi relevan sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual dan menjaga batas dalam relasi. Sebuah bacaan yang reflektif dan kontekstual tentang bagaimana nilai-nilai Islam dapat hadir dalam upaya melindungi perempuan. Nadya Alfi Roihana (Aktivis Perempuan Muda)
Unduh untuk perangkat lain: