Mesir ibarat sebuah pesona yang di dalamnya tersimpan gugusan magnet. Keelokannya tidak sekadar tampak dari deretan piramida yang tinggi menjulang, aliran Sungai Nil yang berkelok, ataupun desir pasir yang dramatis menyapu padang tandus. Inilah negeri yang menjadi salah satu tempat di mana peradaban tertua bermula. Ragam warisan peninggalan Mesir Kuno menyimpan eksotisme yang tidak hanya mengundang jutaan wisatawan untuk singgah, namun sekaligus memikat para cendekia untuk menyingkap tabir sejarah. Buku ini berkisah tentang sebuah tradisi yang telah mengakar di masyarakat Mesir. Tradisi yang-oleh beberapa ahli mengatakan bermula sejak zaman Mesir Kuno dan masih lestari hingga kini. Sub?` adalah simbol euforia yang menjadi perayaan awal adanya kehidupan. Masyarakat Mesir percaya bahwa setiap bayi yang baru lahir adalah nikmat yang patut untuk disyukuri dan dirayakan. Tradisi Sub?` yang dilakukan di Mesir merupakan wujud manifestasi atas kuatnya keyakinan masyarakat untuk melestarikan warisan nenek moyang. Terdapat makna khusus yang tersirat di balik bahasa yang digunakan pada iringan lagu Sub?` serta pada setiap ritualnya. Lantas, bagaimana tradisi Sub?` bermula? Dan bagaimana bentuk-bentuk ritual di dalamnya? Adakah kesamaan dengan tradisi kelahiran yang dilakukan oleh masyarakat di Indonesia?
Unduh untuk perangkat lain: