Merawat Toleransi di Sekolah Agama mengkaji peran lembaga pendidikan berbasis agama dalam memperkuat moderasi dan kohesi sosial di tengah keragaman Sumatra Utara. Di daerah dengan karakter multietnis dan multireligius, sekolah agama memegang posisi strategis sebagai agen sosialisasi nilai, pembentuk identitas, sekaligus ruang produksi budaya damai. Namun, tantangannya tidak sederhana: bias sosial, homogenitas lingkungan belajar, hingga minimnya dialog lintas identitas kerap menghambat proses internalisasi nilai toleransi secara utuh. Buku ini menawarkan kerangka analitis, temuan lapangan, dan rekomendasi praktis mengenai bagaimana sekolah agama dapat merancang budaya pendidikan yang inklusif, membangun komunikasi yang sehat antara guru-siswa-orang tua, serta mencegah berkembangnya prasangka dan intoleransi sejak usia sekolah. Dengan pendekatan lintas disiplin, buku ini menjadi rujukan penting bagi peneliti, akademisi, pendidik, pembuat kebijakan, dan pengelola lembaga pendidikan yang berkomitmen mewujudkan ekosistem sekolah yang berkeadaban. Melalui kajian yang mendalam, buku ini menegaskan bahwa keteguhan iman dan keterbukaan sosial bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan fondasi utama untuk membangun masyarakat Sumatra Utara yang harmonis, demokratis, dan siap menghadapi dinamika keberagaman masa depan.
Unduh untuk perangkat lain: