"Apakah buruh di pabrik pengolahan kapas hanya memproduksi kain katun? Tidak, mereka memproduksi kapital. Mereka memproduksi nilai yang fungsinya adalah memerintah dan mengendalikan kerjanya dan dengan nilai itu mereka menciptakan nilai-nilai baru." Objektivikasi tenaga kerja para buruh menjadi sesuatu yang berlawanan dengan kepribadian para buruh sebagai manusia. Inilah karakteristik zaman kapitalis. Para buruh tidak dapat berbuat apa-apa selain meratapi eksistensinya direduksi menjadi partikel terisolasi dan terisap oleh sistem yang asing. Hal inilah salah satu di antaranya yang membangkitkan semangat para buruh untuk memperjuangkan kehidupan kelas mereka. Marxisme ortodoks adalah perjuangan yang terusmenerus diperbarui melawan dampak-dampak buruk ideologi borjuis terhadap pikiran kelas proletariat. Karena syarat utama dalam proses perjuangan adalah adanya kesadaran kelas. Di sinilah materialisme historis menampakkan diri. Materialisme historis menjadi senjata ampuh bagi kelas proletariat untuk menghadapi kelas borjuis, dan untuk menumbuhkan kesadaran kelas kelas proletariat. Melalui dialektika proses berpikir, kesadaran kelas harus mengejawantah dalam tataran praktik. Kemunculan kesadaran kelas menjadi tahap paling menentukan dalam proses historis kelas proletariat dalam langkahnya mencapai tujuan. Organisasi menjadi bentuk mediasi antara teori dan praktik. Sementara di lain pihak, kelas borjuis tidak akan tinggal diam menanggapi serangan kaum proletariat. Kelas borjuis tidak akan membiarkan kelas proletariat menggalang kekuatan dan menumbuhkan kesadaran kelas kelasnya. Kelas proletariat dalam proses yang panjang mencapai tahapan intelektualnya melalui marxisme dan materialisme historis. Partai Komunis sebagai bentukan dari organisasi merupakan prestasi kaum buruh yang berkesadaran kelas. Buku ini mengetengahkan pergumulan antara kelas proletariat dan kelas borjuis dalam merebut atau mempertahankan kekuasaan.
Unduh untuk perangkat lain: