Amerika Latin adalah negeri yang amat kaya, terutama sumber daya alamnya. Kekayaan alam inilah yang mendorong bangsa Eropa untuk menginvasi Amerika Latin. Begitu juga, Amerika Serikat. Amerika Serikat menilai Amerika Latin sebagai kawasan yang sangat strategis ditinjau dari segi ekonomi maupun keamanan. Oleh karena itulah, AS berusaha sekuat tenaga menguasai negara-negara di Amerika Latin. Sekitar 1932, Chili dipimpin oleh Salvador Allende. Kepemimpinan ini tidak disukai oleh Amerika Serikat. Oleh karena itulah, di bawah perintah Presiden Richard Nixon, dibentuklah Operasi Jakarta. Operasi Jakarta adalah operasi bentukan Presiden AS Richard Nixon. Dalam operasi tersebut, Nixon memerintahkan CIA untuk membantu junta militer Chili mengudeta Presiden Salvador Allende yang sosialis dan menaikkan Wakil Panglima Angkatan Bersenjata Chili Augusto Pinochet Agurte. Akan tetapi, pengangkatan Pinochet ini justru berdampak buruk bagi Chili. Tidak kurang dari 2025 pelanggaran HAM terjadi selama masa pemerintahannya melalui dinas rahasianya, DINA. Sejumlah 1068 pembunuhan terjadi dan 957 kasus orang hilang. Lantas, mengapa operasi ini dinamakan Operasi Jakarta? Operasi ini jika dicermati mirip dengan operasi CIA untuk menggulingkan Soekarno dan menaikkan Soeharto. Ada beberapa persamaan kedua operasi tersebut. Di antaranya adalah beredarnya dokumen yang meresahkan tentang rencana pembunuhan beberapa jenderal dan komandan militer, disebarnya isu yang menimbulkan keresahan dan ketidakstabilan politik dalam negeri. Di bawah kepemimpinan Pinochet, Chili berubah menjadi negara liberal, mirip dengan ketika Indonesia baru dipimpin oleh Soeharto. Semua perusahaan yang dinasionalisasi, dijual kepada pihak asing. Pinochet secara besar-besaran mengundang investor untuk menanam sahamnya di perusahaan-perusahaan Chili. Pinochet juga dikelilingi oleh "The Chicago Boys". Mereka inilah yang menerapkan neoliberalisme di Chili. Sistem inilah yang membawa Chili dalam kehancuran. Kehancuran ini pulalah yang menggulingkan rezim Pinochet. Pinochet kemudian dihukum karena kasus-kasus pelanggaran HAM. Pinochet kemudian dijatuhi tahanan rumah. Hal ini tentu berbeda dengan Soeharto yang hingga akhir hayatnya tuntutan pengadilan tidak pernah berhasil membawanya ke hadapan meja hijau. Padahal, berdasarkan bukti-bukti dan pengakuan saksi, pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Soeharto jauh lebih banyak dibandingkan dengan Pinochet. Simak lebih detail dan tajam mengenai Operasi Jakarta dalam buku ini. Akhir kata, selamat membaca karya sejarah ini.
Unduh untuk perangkat lain: