Setiap manusia memang memiliki hak untuk menentukan pilihan hidupnya sendiri. Termasuk memilih apakah ia hendak menikah muda atau memercayai buku ini. Namun yang jelas, kebijaksanaan seseorang tercermin dari bagaimana ia menentukan pilihan. Apakah pilihan tersebut adil untuk orang lain dan apakah kita sudah adil pada diri sendiri? Sekarang, coba melihat kembali isi hati kita. Renungkanlah. Masihkah di dalam hati kita niatan untuk menikah muda? Atau menikahkan anak-anak kita di usia belia? Bayangkanlah dampak negatif yang mengincar kehidupan manusia yang direnggut oleh praktik menikah muda? Mereka dirampas kemerdekaannya. Mereka tak berdaya meski kehilangan hak pendidikan, hak berekspresi, hak menikmati masa muda sebagaimana remaja. Hingga pada akhirnya, perempuan-perempuan gugur saat melahirkan anak pertama mereka karena tubuh belum siap.
Unduh untuk perangkat lain: