Pendidikan dalam Islam mempunyai kedudukan yang penting. Sebab, dengan pendidikan, ilmu pengetahuan, baik itu ilmu agama maupun ilmu pengetahuan umum, dapat disebarluaskan. Bahkan, di masa kejayaan Islam, ilmu pengetahuan berkembang demikian pesatnya. Perkembangan tersebut menyebabkan kehidupan peradaban masyarakat pada masa itu pun menjadi semakin pesat. Karakteristik peradaban yang dikembangkan pada saat itu berlandaskan pada dua hal. Pertama, berkembangnya nilainilai masyarakat yang terbuka (open society ) yang menghasilkan kontak dengan kebudayaan-kebudayaan lain. Kontak kebudayaan ini kemudian melahirkan nilai-nilai baru yang modern dan egaliter. Kedua, perkembangan humanisme yang melahirkan perhatian terhadap masalah hubungan antar-sesama manusia. Namun, seiring dengan terjadinya benturan-benturan sepanjang sejarah, saat ini umat Islam seolah menjadi generasi yang hilang. Pendidikan yang berlabelkan keislaman seperti pesantren dan madrasah masih dinilai sebagai pendidikan kelas dua. Kondisi ini menyebabkan banyak cendekiawan Muslim menerapkan konsep modernisasi dalam pendidikan Islam. Sebuah konsep yang menginginkan pendidikan Islam dapat menghasilkan cendekiawan-cendekiawan Muslim yang menguasai ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum sehingga mampu bersaing dalam kancah internasional. Salah satu cendekiawan Muslim tersebut adalah Azyumardi Azra. Beberapa pemikirannya tentang konsep modernisasi pendidikan khususnya bagi pendidikan Islam dibahas dalam buku ini. Dijabarkan pula apa sebenarnya makna modernisasi dalam pendidikan Islam. Kemudian, dijelaskan juga bagaimana sejarah dan penerapannya dalam lembaga pendidikan Islam di Indonesia serta permasalahanpermasalahan yang dihadapi. Hal ini sangat penting untuk diketahui karena dengan pendidikanlah, kondisi umat Muslim dapat diubah ke arah yang lebih baik. Bahwa, Islam sangat menghargai ilmu pengetahuan, baik ilmu agama maupun ilmu pengetahuan umum sehingga Islam mengharapkan umatnya menguasai kedua ilmu tersebut. Selamat membaca.
Unduh untuk perangkat lain: