lmu sosial merupakan ilmu yang unik. Ia tidak dapat dirumuskan secara pasti sebagaimana ilmu eksak, tidak dapat ditentukan secara mutlak salah atau benarnya, serta tidak dapat dirangkum dalam sebuah teori yang berlaku sepanjang masa. Ilmu sosial mempelajari manusia dari banyak sudut pandang dan dalam banyak cara. Oleh karena itu, tidak ada satu pun teori sosial yang dapat berdiri sendiri tanpa bantuan teori sosial yang lain. Sudah merupakan rahasia umum bahwa teori sosial bersifat komplementer. Selalu ada kaitan erat antara teori yang satu dengan teori yang lain. Suatu teori sosial yang muncul saat ini dapat dipastikan merupakan kelanjutan dari teori yang sudah ada, dan dapat dipastikan pula bahwa teori tersebut berkaitan dengan teori-teori lain yang muncul bersamaan. Apabila dirunut dari sejarahnya, teori sosial yang paling berpengaruh adalah teori struktural. Teori struktural merupakan teori yang paling banyak mendapat kritikan dan dianggap tidak berguna. Namun demikian, teori struktural banyak ditelaah dan dijadikan dasar berpikir para ilmuwan sehingga memunculkan teori-teori baru seperti strukturalisme genetik, hegemoni, Marxisme, semiotika, postmodern, dekonstruksi, feminisme, dan lain-lain. Lalu, bagaimana bisa teori struktural yang dianggap "bersalah" itu justru menjadi sumber inspirasi kemunculan teori-teori lain? Mengapa para ilmuwan menjadikan teori struktural sebagai dasar berpikir? Dan, bagaimana kaitan teori struktural dengan teori-teori sosial yang lain? Melalui buku ini, Anda akan mendapatkan penjelasan secara detail mengenai teori-teori sosial, mulai dari sejarah kemunculannya, premis-premisnya, sampai dengan problematika yang dihadapi oleh masing-masing teori. Akhir kata, selamat membaca.
Unduh untuk perangkat lain: