Saat libur semester tiba, Nabil dan keluarganya berencana akan berlibur ke rumah saudara mereka di Malang. Namun malam sebelum keberangkatan, banjir melanda perumahan mereka sehingga rencana itu dibatalkan. Setelah keadaan membaik, Nabil dan keluarganya kembali berencana berangkat ke Malang. Sayangnya, saudara mereka mendadak harus pergi ke Banyuwangi karena urusan penting. Untuk kedua kalinya, Nabil harus menerima kenyataan bahwa liburan ke Malang gagal terlaksana. Kekecewaan sempat menyelimuti hati Nabil. Namun, suasana hatinya berubah ketika Nabil dan kakaknya, Fahmi, bersedia membantu teman baru mereka yang bernama Rama untuk mendirikan bank sampah. Mereka ingin berbuat sesuatu untuk mencegah banjir di lingkungan perumahan. Nabil, Fahmi, dan Rama akhirnya berhasil mendirikan Bank Sampah Ceria. Mereka mengajak warga mulai memilah serta mengelola sampah dengan lebih bijak. Meski tidak jadi berlibur ke luar kota, Nabil justru mendapatkan pengalaman berharga tentang kepedulian dan rasa syukur. Ia pun menyadari bahwa liburan kali ini terasa berbeda dan lebih bermakna daripada sebelumnya.
Unduh untuk perangkat lain: