Kawasan Asia Tenggara atau ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) merupakan salah satu kawasan dengan dinamika pendidikan yang paling beragam dan kompleks di dunia. Delapan negara yang menjadi fokus kajian ini Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, Myanmar, dan Kamboja memiliki latar belakang sejarah, budaya, ekonomi, dan politik yang sangat berbeda. Namun demikian, semuanya menghadapi tantangan yang serupa di era globalisasi dan revolusi industri 4.0: bagaimana merancang kurikulum yang relevan, berkualitas, dan berkeadilan bagi seluruh warganya. Reformasi kurikulum di kawasan ASEAN bukan fenomena baru. Sejak dekade 1990-an, hampir semua negara ASEAN telah meluncurkan satu atau beberapa gelombang reformasi kurikulum yang didorong oleh berbagai faktor, mulai dari tekanan global untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia, hasil penilaian internasional seperti PISA (Programme for International Student Assessment) dan TIMSS (Trends in International Mathematics and Science Study), hingga tuntutan masyarakat akan pendidikan yang lebih relevan dan berkualitas (OECD, 2023; UNESCO Bangkok, 2021).
Unduh untuk perangkat lain: