Kuburan Londo Malang Jilid 2

Sejarah
Kuburan Londo Malang Jilid 2

8 MB
ebook
0 Dilihat
Penerbit
ISBN
978-634-261-189-0
Kategori
eISBN
978-634-261-190-6
Tahun
2026
Wishlist
Bagikan

Sinopsis

Malang merupakan wilayah dataran tinggi yang telah ditinggali sejak zaman batu. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya perkakas batu seperti pisau, kapak, palu, mata tombak dan ujung tombak. Temuan ini mengarah pada periode 3.000 hingga 5.000 tahun yang lalu. Selain itu banyaknya sisa-sisa kuil, pemandian dan bangunan lainnya menunjukkan bahwa Malang merupakan daerah yang padat penduduknya. Pada abad ke 14, Kerajaan Hindu Kuno yaitu Majapahit ditaklukkan oleh Kaum Muslim yakni Kesultanan Demak. Rakyat Majapahit tidak ingin meninggalkan kepercayaan leluhurnya, sehingga melarikan diri ke Malang dan mendirikan wilayah Hindu baru yang merdeka dan berkembang pesat karena 2 kerja keras dan kesuburan tanahnya. Di masa lampau, Ibukota kekaisaran terletak di tempat yang sekarang menjadi kota modern yang indah yaitu Kutho Bedah. Di tikungan Sungai Brantas, ditemukan sisa-sisa benteng yang tampaknya pernah melindungi pusat kota. Di tempat tersebut terlihat sisa-sisa tempat tinggal para biarawan maupun pertapa. Pada tahun 1545, para penguasa muslim yakni Kesultanan Demak melancarkan invansi1 dengan kekuatan yang luar biasa. Mereka berhasil menaklukkan Ibukota Kutho Bedah dan membawa penduduknya untuk memeluk agama Islam. Masyarakat yang pada dasarnya beragama Hindu, berulang kali berusaha melepaskan diri. Akibatnya, Malang yang dulunya makmur menjadi terpuruk. Penduduknya beremigrasi2 ke daerah lain dan wilayah Malang menjadi lanskap pegunungan liar, dimana tanaman liar tumbuh subur dan menutupi sisa-sisa monumen Hindu yang dulunya begitu indah. Keadaan ini berlangsung selama dua abad hingga pada akhirnya Putra Soeropati yang memerintah Pasuruan dan daerah sekitarnya menetap di daerah pegunungan terpencil tersebut dan mendirikan sebuah kekaisaran indenpenden. Pangeran Mataram yang ingin memperluas wilayahnya ke arah timur, mengirimkan beberapa ekspedisi3 untuk memaksa penduduk mengakui kedaulatannya. Ia menghadapi perlawanan yang begitu besar, sehingga Ia memberi nama wilayah yang sulit diatur dengan nama "Malang" yang artinya menghalangi. Inilah yang menjadi cikal bakal nama "Malang". Selain itu, penyebutan Malang tercermin dalam lambang kotanya. "Singa" berasal dari kata Singosari yakni kerajaan yang pernah berdiri di Malang. Singo berarti Singa dan sari bermakna kuat atau berkembang.

Tags:
Keyword:

Untuk membaca, silahkan unduh aplikasi di bawah ini:

Unduh untuk perangkat lain:

playstore windows appstore macos

Ulasan Pembaca

0.0 /5
5
(0)
4
(0)
3
(0)
2
(0)
1
(0)

Ulasan (0)

Urutkan
no-review

Belum Ada Ulasan

Jadilah yang pertama memberikan ulasan!

Tulis Ulasan

Orang Lain Juga Membaca Buku Ini

Buku Lainnya dari Penerbit Media Nusa Creative

Selengkapnya

Buku Lainnya dari Kategori Sejarah

Selengkapnya

Buku Lainnya dari Sub Kategori Sejarah

Selengkapnya

Buku Terbaru

Buku Terpopuler

Selengkapnya
Kuburan Londo Malang Jilid 2

Kuburan Londo Malang Jilid 2

Hariani

Preview
Hubungi Kami
cara-membaca-buku