Aku selalu merasa gugup kalau berbicara dengan orang lain. Karena itu, barangkali lebih baik aku menulis, padahal aku sebetulnya tak peduli, mau tahu atau tidak orang-orang pada dunia kami. Dunia orang-orang yang seolah selalu harus dikasihani. Jadi, mengapa aku mau menulis terus? Entahlah, dorongan mana yang lebih kuat, apakah karena aku sedih melihat gap antara diriku dan orang-orang di sekitarku (massa) yang mengaku normal. Atau lantaran Mama, Papa, Alberto, Linda atau Nugroho? Semua tidak pasti! Tetapi hasratku kali ini - untuk menulis, begitu besarnya dan hampir tak bisa distop. Biasanya aku ini orangnya enggan ngomong. Jangankan pada orang yang tidak kukenal, pada sanak keluarga saja, aku tidak pernah ngomong. Ya. Aku selalu merasa berbeda. Siapa yang memulai perbedaan ini? Massa atau diriku sendiri? Bisa jadi diriku sendiri, yang sudah terikat pada kursi roda sejak umur 2 tahun, sejak vonis dokter dan alam meletakkan diriku pada sisi lain yang berbeda dari masyarakat pada umumnya.
Unduh untuk perangkat lain: