Persoalan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang paling krusial di tingkat global maupun nasional, termasuk di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Angka kejadian BBLR tidak hanya berkaitan langsung dengan peningkatan risiko morbiditas dan mortalitas neonatus, tetapi juga membawa implikasi jangka panjang terhadap kualitas tumbuh kembang anak, produktivitas, serta kualitas sumber daya manusia secara keseluruhan di masa depan. Menyadari kompleksitas determinan kesehatan maternal yang mencakup faktor internal (seperti status gizi, lingkar lengan atas, riwayat anemia, dan kondisi fisiologis ibu) serta faktor eksternal (seperti dukungan lingkungan, paparan asap rokok, akses layanan kesehatan, dan kepesertaan jaminan kesehatan), maka upaya penanggulangan konvensional saja dirasa belum cukup memadai.
Unduh untuk perangkat lain: