Keluarga Berencana merupakan bagian penting dari upaya kesehatan reproduksi yang bertujuan membantu pasangan dalam merencanakan jumlah dan jarak kelahiran sesuai dengan kondisi kesehatan, kebutuhan, serta kemampuan keluarga. Meskipun demikian, pemanfaatan pelayanan KB masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan pengetahuan, kurangnya akses informasi yang benar, kekhawatiran terhadap efek samping kontrasepsi, serta berkembangnya berbagai mitos di masyarakat. Pendekatan partisipatif digunakan agar proses edukasi tidak hanya berorientasi pada penyampaian informasi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk berperan aktif melalui diskusi, tanya jawab, berbagi pengalaman, mengidentifikasi mitos dan fakta, serta menyampaikan pandangan mengenai penggunaan kontrasepsi. Dengan pendekatan tersebut, peserta diharapkan mampu menghubungkan informasi yang diperoleh dengan kondisi dan kebutuhan keluarga masing-masing.
Unduh untuk perangkat lain: