Buku ini menawarkan paradigma baru pembelajaran Bahasa Arab yang integratif dengan menggabungkan multilingua, multiliterasi, multimoda, literasi digital, pendidikan karakter, dan kompetensi abad ke-21 dalam satu arsitektur konseptual yang sistemik. Multilingua diposisikan sebagai fondasi epistemologis yang mengakui realitas kebahasaan peserta didik dan pentingnya translanguaging dalam praktik pedagogis. Multiliterasi menjadi kerangka pedagogis yang memperluas makna literasi dari sekadar kemampuan membaca teks menjadi kemampuan mendesain makna dalam konteks budaya dan media yang beragam.
Unduh untuk perangkat lain: