Kebijakan publik hampir selalu lahir dari niat untuk memperbaiki keadaan. Pemerintah berupaya mengurangi kemiskinan, meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas akses pendidikan dan kesehatan, menjaga keamanan, memperbaiki tata kelola, dan menggunakan anggaran secara lebih efektif. Namun, niat yang baik tidak selalu menghasilkan kebijakan yang baik. Suatu kebijakan dapat mencapai target administratif, tetapi mengecualikan kelompok tertentu, memindahkan beban kepada pelaksana di tingkat bawah, atau mengabaikan dampak yang tidak tercatat dalam indikator resmi. Sebaliknya, suatu analisis dapat tajam membongkar bias, ketimpangan, dan relasi kuasa, tetapi tidak cukup membantu pengambil keputusan menemukan tindakan yang dapat dijalankan. Kegelisahan terhadap dua kemungkinan tersebut menjadi titik awal buku ini.
Unduh untuk perangkat lain: