Buku ini secara rinci mencoba memperlihatkan betapa faktor budaya mendukung pembangunan Jepang. Rakyat Jepang bersemangat membangun kembali negerinya yang luluh lantak akibat bom atom Amerika Serikat, dan menyadari bahwa kalah perang dari Amerika Serikat adalah karena keunggulan teknologi Amerika. Mereka kemudian membangun kembali pendidikan di Jepang agar dapat mengejar ketinggalan tersebut. Pada waktu itu murid-murid yang pandai ditawari beasiswa untuk menempuh pendidikan guru, bahkan konon pertanyaan kaisar Hirohito setelah Jepang menyerah adalah berapa guru yang tersisa di Jepang? Sekolah di Jepang termasuk di tengah-tengah kota Tokyo dipelihara dan tidak digusur untuk pembangunan. Pembangun karakter siswa dan budaya Jepang yang mendukung pembangunan karakter diperhatikan serta dipelihara dengan baik. Siswa diajarkan untuk bekerja sama dalam tim; sikap inilah kemudian yang menjadi modal bagi Jepang dalam menghadapi persaingan global.
Unduh untuk perangkat lain: