Setiap keluarga wajib membaca buku ini. Setiap pengguna media sosial, wajib membaca buku ini. Setiap kita yang aktif berkomunikasi dengan pesan teks, wajib membaca buku ini. Bahasa tubuh adalah sebuah istilah yang terlalu sering kita abaikan. Padahal sebagai manusia-makhluk sosial-instrumen utama kita dalam menyampaikan pesan adalah tubuh dan segala elemen tubuh. Mulai dari ujung kepala hingga kaki. Sentuhan, tatapan, kernyitan dahi, entakan kaki, bahkan kibasan rambut ... adalah hakikat kita sebagai manusia. Zaman terus berubah, teknologi terus berkembang. Kita semua hidup dimasa ketika aktivitas mulai dari bangun hingga kembali beranjak tidur, di-support (atau bahkan dikuasai) oleh teknologi komunikasi dan informasi lewat perangkat bernama telepon pintar. Gawai, istilah lainnya. Alat ini mulai perlahan meniadakan kebiasaan-kebiasaan baik yangdahulu kita lakukan sebagai makhluk sosial. Lewat buku ini semoga semua tersadar akan risiko yang ditimbulkan dari cara kita berkomunikasi. Selamatkan ikatan antaranggota keluarga. Selamatkan ketajaman berpikir. Bangun komunikasi profesional yang mumpuni. Stay waras! "Buku ini sangat tepat sasaran, tepat pemikiran, dan yang terpenting tepat waktu karena di era digital, komunikasi telah berevolusi menjadi sesuatu yang totally baru ... dan dikupas dengan baik oleh penulis." Magdalena Wenas, B.A. Psy., M.Comm., C.P.R., C.C.M.P.-Praktisi Komunikasi Senior, Pendiri Lembaga Sertifikasi Profesi Management Komunikasi di Indonesia. "Buku ini tidak sekadar mengompilasi ilmu komunikasi, psikologi, dan neuropsikologi yang relevan dengan cara orang berkomunikasi di era digital, tetapi juga menyingkap kepekaan penulis yang tajam dalam memahami kompleksitas interaksi dan pikiran manusia. Wajib baca!" Umi Kalsum-Wartawan Senior Nasional.
Unduh untuk perangkat lain: