"Permisi, Kak, bolehkah saya minta tandatangannya?" Mendengar suara dari belakang, sontak Pak Bayu menoleh. Entah apa yang tiba-tiba terlintas dalam pikirannya, saat itu juga ia hanya bisa termangu. Sambil menerima buku dan bolpoin dari mahasiswa baru itu, Pak Bayu memberikan tanda tangan dan tidak lupa menuliskan nama lengkapnya di bawahnya: Bayu A. Wicaksono. Tiga tahun berlalu sejak pertemuan tersebut, akhirnya Pak Bayu kembali bertemu dengan mahasiswa yang selama ini mengisi relung hatinya. Tak disangka, mereka kini berada di kelas yang sama sebagai dosen dan mahasiswa. Apa yang terjadi selanjutnya? Akankah cinta sang dosen berlabuh pada tempatnya?
Unduh untuk perangkat lain: