Konsep tentang jiwa telah menjadi pusat perhatian dalam filsafat sejak zaman kuno, mencerminkan keragaman pandangan tentang hakikat dan fungsi jiwa dalam memahami realitas. Para filsuf awal seperti Thales dan Anaximenes melihat jiwa sebagai prinsip kehidupan yang melekat dalam segala sesuatu, baik benda hidup maupun benda mati. Thales menganggap bahwa jiwa adalah kekuatan yang memberikan gerak dan perubahan,sedangkan Anaximenes memandang jiwa sebagai udara atau napas yang menghidupkan segala sesuatu,menunjukkan keterhubungan mendalam antara jiwa dan unsur fisik. Di era klasik, pemikiran Plato dan Aristoteles menawarkan pandangan yang lebih terstruktur dan sistematis. Plato membagi jiwa menjadi tiga bagian: rasional, emosional,dan keinginan, dengan jiwa yang rasional berusaha mencapai kebenaran dan kembali ke dunia ide setelahkematian
Unduh untuk perangkat lain: