Buku ini adalah pelukan hangat bagi perempuan yang kerap menyembunyikan lelahnya di balik senyum. Tentang wanita yang tetap wangi, segar, dan bermartabat meski hidup tak jarang membalutnya dengan luka. Ia menangis, namun tidak menyerah. Ia letih, namun tidak berhenti berjalan. Di balik peran sebagai penyejuk hati bagi kedua orangtua, pendamping setia suami dan madrasah pertama bagi anak-anaknya, ada beban yang sering dianggap ringan, padahal mampu mematahkan. Ada luka tersembunyi yang tak pernah diumbar, sebab baginya, ridho Sang Pencipta jauh lebih penting dari pengakuan manusia. Buku ini mengajakmu bercerita tentang hari-hari seorang wanita perindu surga. Tentang perjuangan yang sunyi, tentang air mata yang jatuh dalam doa, tentang keyakinan bahwa meski namanya tak dikenal penduduk bumi, boleh jadi kitalah yang dirindukan penduduk langit. Jika merasa lelah, tak pernah terlihat, atau hampir menyerah, buku ini ingin berbisik lembut, bahwa engkau berharga dan layak dicinta.
Unduh untuk perangkat lain: