REMAH KATA merupakan sebuah manifestasi puitis yang memotret realitas kehidupan melalui kacamata nurani. Kumpulan puisi ini bukan sekadar barisan kata, melainkan serpihan peristiwa yang dipungut dari kesaksian atas dinamika sosial, dunia pendidikan, hingga perenungan spiritual yang mendalam. Dalam antologi ini, penulis menyuarakan jerit rakyat kecil, keresahan terhadap ketidakadilan, hingga kritik terhadap kemanusiaan yang mulai terkikis oleh zaman. Sebagai seorang pendidik, penulis juga menumpahkan kasih dan harapan melalui sajak-sajak perpisahan serta pesan bagi generasi masa depan yang akan melepas masa putih abu-abunya. Identitas budaya lokal, seperti sandeq dan lipaq sabbe, hadir sebagai benteng pertahanan jiwa di tengah hantaman modernisasi. Buku ini ditutup dengan rangkaian kontemplasi tentang perpisahan dan kepasrahan mutlak kepada Sang Pencipta. REMAH KATA mengajak pembaca untuk menemukan kembali makna-makna besar yang tersimpan dalam peristiwa kecil, mengajak kita merenung sebelum seluruh cerita hidup benar-benar ditutup.
Unduh untuk perangkat lain: