Keselamatan pasien merupakan imperatif moral dan profesional yang menuntut pendekatan komprehensif—tidak hanya berbasis sistem dan prosedur, tetapi juga mengintegrasikan nilai humanistik dan budaya organisasi yang adil. Buku ini menghadirkan paradigma baru dalam peningkatan keselamatan pasien melalui pengembangan Model Integratif Caring–Just Culture, sebuah kerangka konseptual yang memadukan teori Human Caring Jean Watson dengan konsep Just Culture Sidney Dekker. Model ini menawarkan solusi inovatif terhadap tantangan keselamatan pasien yang masih dihadapi rumah sakit di Indonesia, khususnya budaya menyalahkan (blame culture) dan rendahnya pelaporan insiden. Melalui riset quasi-eksperimental yang ketat, buku ini membuktikan bahwa Simulation-Based Training mampu mentransformasi perilaku caring perawat dan memperkuat just culture secara simultan. Simulasi tidak hanya melatih kompetensi teknis, tetapi juga menginternalisasi nilai caring dan prinsip keadilan organisasi dalam lingkungan pembelajaran yang aman dan reflektif. Monograf ini memberikan kontribusi penting berupa: Landasan teoretis integratif antara dimensi moral (caring) dan sistemik (just culture) Bukti empiris efektivitas Simulation-Based Training dalam mengubah perilaku dan budaya Model konseptual yang dapat direplikasi dalam berbagai konteks pelayanan kesehatan Panduan praktis bagi manajemen rumah sakit, praktisi keperawatan, dan pembuat kebijakan Ditulis dengan pendekatan akademis yang mendalam namun tetap aplikatif, buku ini menjadi referensi esensial bagi akademisi, peneliti, praktisi keperawatan, manajer rumah sakit, dan pembuat kebijakan yang berkomitmen membangun budaya keselamatan pasien yang humanistik, berkeadilan, dan berkelanjutan. ________________________________________ “Keselamatan pasien adalah hasil dari interaksi kompleks antara nilai humanistik tenaga kesehatan dan sistem organisasi yang adil—buku ini menunjukkan jalan untuk mewujudkannya.”
Unduh untuk perangkat lain: