Buku ini mengkaji secara mendalam konsep pluralisme, tata ruang kota, dan tipologi kuliner di kawasan bersejarah Parakan, Jawa Tengah, yang meliputi wilayah Parakan Kauman (etnis Pribumi), Pecinan (etnis Tionghoa), dan kawasan peninggalan kolonial Belanda. Melalui pendekatan naratif dan deskriptif, penulis mengeksplorasi bagaimana keanekaragaman etnis dan budaya tercermin secara nyata dalam lanskap perkotaan, arsitektur bangunan, serta kultur kuliner setempat. Pengamatan difokuskan pada tiga aspek utama kuliner menggunakan tipologi Elizabeth Cromley, yaitu tata letak alat makan, sirkulasi ruang pengelola dan pengguna, serta filosofi dapur di berbagai rumah makan atau restoran di kawasan tersebut. Lebih dari sekadar memotret keragaman fisik, buku ini menyoroti bagaimana ruang publik dan tradisi kuliner di Kota Pusaka Parakan menjadi wadah koeksistensi damai serta bentuk toleransi antarbudaya yang hidup di tengah masyarakat. Kehadiran ruang kota dan arsitektur makan diposisikan sebagai elemen dinamis yang merekam identitas sosial, sejarah, serta interaksi antar-etnis yang membentuk keunikan perkotaan Parakan. Buku ini diharapkan dapat memperkaya wawasan pembaca mengenai pelestarian aset kota pusaka sekaligus memperkuat pemahaman tentang pentingnya merawat pluralisme di Indonesia.
Unduh untuk perangkat lain: