Buku ini mengkaji secara mendalam evolusi Kota Malaka sebagai salah satu kota bersejarah tertua di Asia Tenggara yang melalui tiga periode utama: pra-kolonial, kolonial (Portugis, Belanda, Inggris), hingga pasca-kemerdekaan. Dengan menggunakan pendekatan morfologi perkotaan, penulis menelaah bagaimana perjalanan sejarah, dinamika sosial-politik, serta interaksi budaya Timur dan Barat membentuk struktur ruang, jaringan jalan, pola lahan, dan tipologi arsitektur di kawasan tersebut. Kota dipandang bukan sekadar wadah fisik, melainkan produk budaya manusia yang terus beradaptasi dan menegosiasikan identitasnya dari masa ke masa hingga diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Selain membahas morfologi secara umum, buku ini juga mengeksplorasi berbagai dimensi penting pembentuk karakter kawasan bersejarah, yang meliputi aspek permeabilitas ruang, kontekstualitas bangunan, serta prinsip adaptive reuse (pemanfaatan kembali secara adaptif) pada bangunan bersejarah. Melalui telaah teoretis dan analisis kondisi fisik maupun non-fisik, karya ini tidak hanya berfungsi sebagai referensi akademik yang memperkaya studi arsitektur dan urbanisme, tetapi juga membuka ruang dialog penting untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian warisan budaya dan kebutuhan modernisasi perkotaan.
Unduh untuk perangkat lain: