Buku karya Ifanul Abidin ini mengupas tuntas dinamika krisis sosio-ekologis serta gelombang perlawanan masyarakat di Kabupaten Sumenep, Madura, akibat ekspansi pertambangan fosfat yang masif. Berfokus pada wilayah daratan dan kepulauan yang didominasi oleh Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) sebagai tandon air alami, buku ini menyoroti bagaimana kebijakan revisi tata ruang demi kepentingan investasi justru memicu ancaman serius berupa krisis air, kerusakan lingkungan, serta erosi tradisi sosio-kebudayaan lokal. Selain membedah dampak ekologis dari sudut pandang politik lingkungan, buku ini juga merekam ketahanan sosial dan gerakan perlawanan kolektif yang dimotori oleh berbagai elemen, mulai dari petani, pemuda, hingga para kiai melalui Forum Sumenep Hijau (FSH) dan dukungan aktivisme lingkungan. Kehadiran karya ini menjadi instrumen penting untuk memahami benturan antara kepentingan ekonomi ekstraktif pemerintah-pemodal dengan upaya perlindungan ruang hidup masyarakat demi kelestarian masa depan Sumenep.
Unduh untuk perangkat lain: