Buku ini berakar dari pengkajian model kematangan inovasi yang menggunakan pendekatan Capability Maturity Model (CMM) dalam konteks Baitul Maal wat Tamwil (BMT). Fokus utama kajian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor determinan yang berperan dalam kematangan inovasi di lembaga keuangan syariah, serta bagaimana faktor-faktor ini dapat dioptimalkan untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah dinamika industri keuangan global yang terus berubah. Dalam penyusunan buku ini, penulis berusaha mengintegrasikan teori dan konsep fundamental dalam keuangan Islam dengan data empiris yang diperoleh dari penelitian lapangan. Pendekatan ini menghasilkan sebuah analisis komprehensif mengenai berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi BMT di era digitalisasi, dengan fokus pada aspek inovasi, implementasi teknologi finansial (fintech), pengembangan produk dan layanan syariah, serta pengelolaan risiko yang berkelanjutan. Selain memberikan landasan teoretis yang kuat, buku ini juga menawarkan rekomendasi praktis yang dapat diimplementasikan oleh pengelola BMT, akademisi, dan praktisi keuangan Islam. Penulis berharap buku ini mampu menjadi acuan dalam upaya pengembangan strategi inovatif yang berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi umat. Buku ini diharapkan bermanfaat bagi komunitas akademik, peneliti, regulator, dan pembuat kebijakan yang bergerak di bidang keuangan syariah. Kritik dan saran yang bersifat konstruktif sangat diharapkan untuk penyempurnaan karya ini di masa mendatang. Semoga buku ini dapat menjadi referensi yang signifikan dalam mendorong perkembangan industri keuangan Islam di Indonesia dan dunia internasional.
Unduh untuk perangkat lain: