Transformasi guru agama di madrasah tidak lagi hanya berkutat pada pengajaran ritual dan dogma di dalam kelas. Buku ini menawarkan sebuah pergeseran paradigma yang mendesak: bagaimana nilai-nilai ekoteologi Islam seperti konsep khilafah sebagai amanah, mizan sebagai keseimbangan kosmis, dan larangan fasad terhadap kerusakan bumi diterjemahkan ke dalam praktik pendidikan yang membumi. Mohammad Hanif dengan cermat memetakan tantangan sekaligus peluang bagi guru agama untuk menjadi agen peru-bahan, tidak hanya dalam mentransfer ilmu, tetapi dalam membentuk cara pandang siswa terhadap alam sebagai ayat Tuhan yang hidup dan memiliki hak untuk dilindungi.
Unduh untuk perangkat lain: