Nusantara dan Samudra mengajak pembaca membaca ulang sejarah Indonesia dari sudut pandang laut—ruang yang selama ini kerap dipinggirkan dalam narasi sejarah arus utama. Buku ini menegaskan bahwa Nusantara bukan sekadar gugusan pulau yang dipisahkan oleh air, melainkan sebuah peradaban yang justru dilahirkan, disatukan, dan digerakkan oleh samudra. Dengan pendekatan sejarah maritim global, buku ini menelusuri jejak pelayaran purba, migrasi besar Austronesia, kemunculan teknologi bahari unggul seperti kapal jong, serta peran Nusantara sebagai simpul penting jaringan perdagangan dan pertukaran peradaban dunia jauh sebelum era kolonial. Laut dipahami bukan hanya sebagai jalur ekonomi, tetapi sebagai ruang pengetahuan, kebudayaan, dan identitas. Ditulis dengan gaya naratif-ilmiah yang reflektif dan mudah diakses, Nusantara dan Samudra ditujukan bagi pembaca umum, pendidik, dan akademisi yang ingin memahami Indonesia secara lebih utuh. Dilengkapi dengan tautan aplikasi pembelajaran interaktif Sejarah Maritim Nusantara, buku ini menghadirkan sejarah sebagai pengalaman belajar yang hidup dan relevan. Buku ini mengingatkan satu hal penting: Indonesia tidak tumbuh dari daratan semata, melainkan dari keberanian manusia-manusianya menatap cakrawala dan berlayar di tengah samudra peradaban dunia.
Unduh untuk perangkat lain: