Pendidikan kerap dipahami sebagai proses teknis yang diukur melalui kurikulum, capaian belajar, dan standar evaluasi. Pendekatan semacam ini berisiko mengaburkan pertanyaan mendasar tentang tujuan pendidikan itu sendiri: apakah pendidikan diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan sistem, atau untuk memuliakan martabat manusia dan kehidupan rakyat. Buku ini berangkat dari kegelisahan terhadap kecenderungan pendidikan yang semakin menjauh dari realitas sosial, ketika peserta didik direduksi menjadi angka, pendidik diposisikan sebagai pelaksana kebijakan, dan rakyat diperlakukan sebagai objek pembangunan pendidikan. Melalui kajian reflektif atas pemikiran Paulo Freire, Ki Hajar Dewantara, dan Nicolaus Driyarkara, buku ini menegaskan pendidikan sebagai praksis etis yang berpihak pada martabat manusia. Freire memandang pendidikan sebagai jalan pembebasan melalui kesadaran kritis, Ki Hajar Dewantara menempatkannya sebagai proses pemerdekaan manusia sesuai kodrat dan kebudayaan, sementara Driyarkara menekankan pendidikan sebagai upaya humanisasi persona yang sadar, bebas, dan bertanggung jawab. Dengan menyatukan ketiga pemikiran tersebut, buku ini mengajak pembaca merefleksikan kembali pendidikan sebagai tindakan moral dan sosial, bukan sekadar mekanisme administratif, serta meneguhkan peran pendidikan dalam membangun kehidupan yang berkeadaban.
Unduh untuk perangkat lain: