Buku kategori teknologi berjudul Ketika Laut Dibaca Mesin merupakan karya Derita Yulianto. Dahulu nelayan mengandalkan intuisi, kini algoritma mengambil alih. Seorang nelayan berangkat melaut bukan dalam keadaan kosong. Ia membawa sesuatu yang tidak terlihat, namun sangat menentukan: pengalaman yang terakumulasi dari waktu ke waktu. Ia mengingat musim yang pernah datang, arah angin yang pernah berubah, dan lokasi di mana ikan pernah berkumpul. Dalam dirinya tersimpan pengetahuan yang tidak tertulis, tetapi hidup pengetahuan yang terbentuk dari interaksi panjang antara manusia dan alam. Buku ini mengajak pembaca menyelami perubahan besar dalam dunia perikanan dari cara tradisional menuju sistem berbasis probabilitas, dari intuisi menuju algoritma. Melalui NELAYA-AI, laut dipetakan, ditinjau, dan dipahami dengan pendekatan berbasis data dan kecerdasan buatan. Buku ini mengajak pembaca menyelami perubahan besar dalam dunia perikanan dari cara tradisional menuju sistem berbasis probabilitas, dari intuisi menuju algoritma. Dalam konteks ini, laut tidak lagi hanya dilihat sebagai ruang eksploitasi, tetapi sebagai sistem yang harus dipahami secara menyeluruh menghubungkan aspek ekologis, ekonomi, dan sosial dalam satu kerangka terpadu. Dalam konteks ini, pengembangan sistem seperti NELAYA-AI menjadi mungkin. Data yang sebelumnya tersebar dan sulit diakses kini dapat dikumpulkan, disatukan, dan diolah dalam satu kerangka sistem. Informasi tentang suhu laut, klorofil, gelombang, dan arus dapat diintegrasikan untuk menghasilkan peta kondisi laut, tren temporal, dan indikator yang dapat membantu pengambilan keputusan. Apa yang dahulu hanya bisa dirasakan, kini dapat dilihat dalam satu layar.
Unduh untuk perangkat lain: