Pendidikan humanistik berangkat dari pandangan bahwa setiap individu memiliki potensi unik yang perlu dikembangkan secara optimal. Dalam perspektif ini, pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mentransfer pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran diri, kemandirian berpikir, empati, dan tanggung jawab sosial. Di tengah perkembangan dunia yang semakin mekanistik dan berorientasi pada hasil, pendekatan humanistik menjadi penyeimbang penting yang mengembalikan hakikat pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia. Buku ini membahas berbagai aspek penting pendidikan humanistik secara terstruktur. Bab pertama hingga keempat menguraikan dasar konseptual dan psikologis pendidikan humanistik, termasuk teori-teori belajar yang relevan serta tokoh-tokoh yang menjadi pelopornya seperti Abraham Maslow, Carl Rogers, Arthur Combs, Kolb, dan Habermas. Selanjutnya, dibahas pula hubungan antara psikologi humanistik dan praktik pendidikan yang menempatkan peserta didik sebagai pusat dari proses belajar.
Unduh untuk perangkat lain: