Urgensi pembahasan ini terletak pada kebutuhan nyata di berbagai sektor, mulai dari lembaga keuangan syariah, industri halal, institusi pendidikan Islam, hingga organisasi filantropi. Banyak dari organisasi ini yang berjuang untuk meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional, namun merasa ragu untuk mengadopsi metodologi yang lahir dari konteks budaya non-Islam. Buku ini menyajikan sebuah argumen teoretis dan praktis bahwa prinsip-prinsip inti Kaizen, seperti perbaikan berkelanjutan, eliminasi pemborosan, dan fokus pada proses, sejatinya beresonansi kuat dengan konsep-konsep Islam seperti ihsan, itqan, muhasabah, dan larangan israf. Tujuannya adalah untuk memberikan kerangka kerja yang solid dan aplikatif bagi para manajer, mahasiswa, praktisi, dan pemimpin organisasi agar mampu mengintegrasikan kedua pendekatan ini secara harmonis, sehingga tercipta sebuah budaya organisasi yang tidak hanya unggul secara kompetitif, tetapi juga bernilai ibadah dan mendatangkan keberkahan.
Unduh untuk perangkat lain: