Buku Manajemen Pemasaran Seni ini saya tulis berangkat dari kegelisahan akademik sekaligus pengalaman empirik selama bertahun-tahun mendampingi, meneliti, dan mengembangkan seni pertunjukan dalam konteks pariwisata dan industri kreatif. Saya melihat banyak karya seni memiliki kualitas estetika dan nilai budaya tinggi, namun belum dikelola dan dipasarkan secara strategis, profesional, dan berkelanjutan. Di sisi lain, praktik pemasaran seni sering kali terjebak pada orientasi komersial semata tanpa mempertimbangkan etika budaya dan keberlanjutan komunitas pendukungnya. Manajemen Pemasaran Seni bukan sekadar persoalan promosi atau penjualan pertunjukan. Ia adalah proses strategis yang melibatkan perencanaan, pengorganisasian, branding, tata kelola audiens, pemanfaatan teknologi digital, hingga penguatan identitas budaya. Dalam konteks Bali dan Indonesia, pemasaran seni harus berpijak pada nilai-nilai lokal, menjaga keseimbangan antara sakralitas dan komoditas, serta mendukung pemberdayaan masyarakat seni. Buku ini disusun sebagai referensi bagi mahasiswa seni, pariwisata, tata kelola budaya, serta praktisi industri kreatif. Struktur pembahasan dirancang sistematis, mulai dari konsep dasar tata kelola, strategi pemasaran seni pertunjukan, pengelolaan event dan destinasi budaya, hingga tantangan pemasaran seni di era digital. Pendekatan yang digunakan memadukan teori tata kelola modern dengan perspektif budaya dan etnoestetika, agar pembaca tidak hanya memahami aspek teknis, tetapi juga dimensi filosofis dan sosialnya.
Unduh untuk perangkat lain: