Di tengah dunia yang bergerak terlalu cepat, bising oleh kompetisi, dan kering akan ketulusan, manusia sering kali dipaksa mengenakan topeng. Kita dituntut untuk selalu tampak kuat, sukses, dan tanpa cela. Padahal di balik zirah ketangguhan itu, ada raga yang lelah, hati yang kerap merindukan rumah, dan jiwa yang rindu untuk kembali didekap oleh kehangatan iman. "Hati Seluas Samudera" hadir bukan sebagai buku motivasi yang mendikte atau menceramahi. Buku ini adalah sebuah oase keheningan-untaian surat cinta sunyi yang ditulis dari kedalaman hati seorang hamba yang sadar akan hakikat kemanusiaannya. Melalui 70 catatan reflektif (reminders), buku ini mengajak pembaca untuk menundukkan kepala, menarik napas dalam-dalam, dan merawat kembali ruang batin yang sempat memar dihantam kerasnya kenyataan hidup. Buku ini ditujukan bagi siapa saja para pekerja keras yang menahan lelah demi keluarga, anak-anak yang merindukan orang tuanya, serta jiwa-jiwa sensitif yang kerap merasa cemas akan masa depan. Jika Anda sedang mencari sebuah buku yang mampu membuat Anda menangis karena haru, tersenyum karena insaf, dan merasa serumah itu dengan kedamaian, maka "Hati Seluas Samudera" adalah jawaban yang Anda cari. "Dunia memang kejam, ia takkan menunggumu untuk pulih. Karena itu, usap air matamu, berhentilah menggantungkan harapan pada makhluk yang fana, dan pulanglah ke tempat bersandar yang tak pernah mengecewakanmu."
Unduh untuk perangkat lain: