Industri Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) merupakan salah satu fondasi penting dalam ekosistem penerbangan. Di Indonesia, sektor ini berkembang seiring pertumbuhan pesat industri penerbangan nasional sejak awal 2000-an. Deregulasi, peningkatan jumlah penumpang, dan ekspansi armada pesawat mendorong kebutuhan layanan MRO yang handal dan efisien. Namun demikian Industri MRO ( Maintenance, Repair, and Overhaul) aviation penerbangan di Indonesia menghadapi tantangan besar dalam pengadaan suku cadang, terutama terkait lead time impor yang panjang, biaya logistik tinggi, serta keterbatasan transparansi dokumen. Proses pengadaan yang panjang, birokratis, dan melibatkan banyak pihak dari maskapai, penyedia MRO, pemasok, hingga kepabeanan menjadi hambatan utama. Hal ini menimbulkan risiko Aircraft on Ground (AOG), di mana pesawat tidak dapat beroperasi karena ketersediaan suku cadang tertunda, yang berdampak langsung pada kerugian finansial dan produktivitas maskapai. Kondisi ini menekankan perlunya kerangka pengadaan yang lebih modern, berbasis teknologi, yang mampu menekan lead time, meningkatkan akurasi data, dan mengefektifkan koordinasi antar pemangku kepentingan.
Unduh untuk perangkat lain: