LANGIT PANAM, TANAH ROGEH: Memoar seorang Ayah yang belum Dewasa Apa jadinya jika seorang ayah harus menghadapi “teror” belanja online si bungsu dan eksperimen potong alis mandiri putri-putrinya di tengah panasnya Kota Pekanbaru? Tb, sang Ayah, terjebak dalam pusaran drama domestik yang jenaka: mulai dari diplomasi licik bocah yang haus keadilan hingga misteri hilangnya nasi goreng saat bulan puasa. Namun, di balik keriuhan modernitas Panam, hati Tb kerap melayang ke Rogeh—sebuah pelosok di kaki Gunung Sago. Di sana, memori tentang masa kecil yang liar sebagai “ninja kampung”, perburuan sinyal radio di pohon embacang, dan persahabatan tulus dengan Isral serta Mak Iang tersimpan rapi. Buku ini adalah mozaik kehidupan yang menghubungkan dua dunia. Sebuah memoar jujur yang dibungkus tawa, sekaligus “pengakuan dosa” seorang ayah yang menyadari bahwa martabat dan imajinasi adalah warisan terpenting bagi buah hati. Siapkan diri Anda untuk tertawa terbahak-bahak sekaligus terhanyut dalam nostalgia yang menyentuh. Karena pada akhirnya, sejauh apa pun kaki melangkah, keluarga adalah tempat kita pulang. Langit Panam, Tanah Rogeh : Memoar Seorang Ayah Yang Belum Dewasa
Unduh untuk perangkat lain: