Pembangunan pedesaan sering kali dipahami sebagai upaya peningkatan produktivitas ekonomi melalui pembangunan infrastruktur dan peningkatan teknologi pertanian. Namun berbagai pengalaman pembangunan menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh faktor ekonomi semata, tetapi juga oleh kekuatan hubungan sosial yang berkembang dalam masyarakat. Buku ini mengangkat tradisi Babari sebagai salah satu bentuk kearifan lokal yang berkembang dalam komunitas petani. Tradisi ini mencerminkan nilai solidaritas sosial, kepercayaan, serta kerjasama yang menjadi fondasi penting dalam kehidupan masyarakat pedesaan. Melalui pendekatan teori modal sosial, buku ini berupaya menjelaskan bagaimana praktik budaya lokal dapat berperan dalam memperkuat ketahanan sosial ekonomi masyarakat petani serta mendukung pembangunan ekonomi pedesaan.
Unduh untuk perangkat lain: