Perusahaan dalam menjalankan kegiatannya memiliki kapasitas produksi tertentu, sehingga jika ingin meningkatkan kapasitas produksi atau menambah keuntungan, perusahaan akan melakukan investasi baru atau bekerja sama dengan perusahaan lain untuk meningkatkan skala kapasitas perusahaan melalui pengelolaan yang terintegrasi. Integrasi yang dilakukan bisa secara horizontal maupun secara vertikal. Terdapat perbedaan integrasi vertikal dan integrasi horizontal. Pada industri manufaktur bisa melakukan integrasi terhadap barang setengah jadi/intermediate goods maupun bahan mentah/raw materials ke arah pemasok, inilah yang dinamakan Integrasi Vertikal Mundur (Backward Integration). Apabila strategi bisnis di mana sebuah perusahaan bergabung (merger) atau membeli pesaing langsung yang beroperasi pada tingkat yang sama dalam rantai nilai atau industri yang sama, tujuannya untuk meningkatkan skala ekonomi, memperluas pangsa pasar, maka hal ini dinamakan integrasi horizontal.
Unduh untuk perangkat lain: