Maryam tidak pernah bercita-cita menjadi ibu yang sempurna. la hanya ingin menjadi rumah yang selalu membuat anak-anaknya merasa pulang. Di sebuah rumah yang hangat, di antara udara sejuk dan perbukitan Bandung, Maryam menjalani perjalanan yang tidak pernah diajarkan oleh siapa pun: mengandung dengan penuh harapan, melahirkan dengan penuh perjuangan, membesarkan dengan penuh kesabaran, lalu belajar merelakan ketika Aisy, Mail, dan Baim mulai menemukan jalan hidup mereka sendiri. Di balik senyumnya, tersimpan lelah yang tak selalu terlihat. Di balik doanya, ada cinta yang tak pernah meminta balasan. Hingga suatu hari, anak-anaknya mulai memahami bahwa kasih seorang ibu bukan hanya hadir dalam pelukan, tetapi juga dalam setiap pengorbanan yang sering kali luput untuk dikenang. Terinspirasi dari sabda Rasulullah, "Ibumu, ibumu, ibumu, lalu ayahmu, Rumah Pertama adalah novel tentang cinta yang pertama kali menyambut kita ke dunia, tentang keluarga yang menjadi tempat pulang, dan tentang orang tua yang mengajarkan bahwa cinta terbesar sering kali hadir dalam hal-hal yang paling sederhana. Sebab sebelum kita mengenal dunia, ada sebuah rumah yang lebih dahulu mencintai kita.
Unduh untuk perangkat lain: