Pembuatan jamu memiliki keterkaitan erat dengan konsep konsep sains, khususnya biologi, kimia, dan ekologi. Kandungan senyawa aktif dalam tanaman obat dapat dikaji melalui pendekatan ilmiah, proses ekstraksi, dan peracikan jamu itu sendiri, sedangkan keberlanjutan bahan baku berkaitan dengan konservasi keaneragaman hayati. Dengan demikian, jamu tradisional tidak hanya bernilai budaya, namun juga memiliki potensi besar sebagai sumber belajar berbasis kearifan lokal. Pengintegrasian jamu tradisonal khas Jombang dalam pembelajaran sains diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran kontekstual, autentik, dan relevan dengan lingkungan peserta didik. Melalui pendekatan ini, peserta didik tidak hanya mampu memahami konsep ilmiah secara teoritis, namun juga mampu mengaplikasikan dalam kehidupan nyata (SDG 4. Pendidikan Berkualitas).
Unduh untuk perangkat lain: